SMA NEGERI I BANJARBARU
SEJARAH SINGKAT
Melalui wawancara dengan para sesepuh yang membidani lahirnya SMA Negeri I Banjarbaru serta pengelola di awal keberadaannya maka kami coba menyajikan urutan peristiwa yang telah dilalui dalam perjalanan yang cukup panjang sejak lahir hingga kini:
1. Lahir sebagai Sekolah Menengah Atas Antasari pada tahun 1958 dalam menjawan tantangan masyarakat setempat yang sangat mengharapkan berdirinya sebuah SMA Yayasan Antasari. Yayasan diketuai oleh Bapak Haji Djantera dan Sekretaris Bapak H. Rasyid Nasar. pAda saat itu, di Banjarbaru baru ada satu sekolah sekolah SLTA, yaitu SPMA. Lulusan SMP dari beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Banjar harus ke Banjarmasin untuk dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
2. Seiring dengan tuntutan zaman serta adanya suatu titik terang yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan, maka pada tahun 1962 bersama dengan beberapa daerah Tingkat II yang belum memiliki SMA, yakni Kabupaten Tapin (Rantau) dan HST (Barabai) melalui SK Bersama Nomor 24/SK.III/1962. Pada tanggal 12 Oktober 1962, resmilah SMA Antasari menjadi SMA Negeri yang untuk pertama kali menjadi filial dari SMA Negeri I Banjarmasin pada tanggal 1 Agustus 1962.
3. Dalam usianya yang terus merambat naik melampaui empat dasa warsa, SMA Negeri I Banjarbaru telah banyak menghasilkan alumni yang menduduki jabatan-jabatan potensial di seluruh wilayah Indonesia.
4. Pimpinan yang pernah mengelola sekolah ini adalah :
a. Bapak Soeratmoko dari tahun 1962 s.d 1973
b. Bapak Sipowarto dari tahun 1973 s.d 1976
c. Bapak Imam Moechdi, BA dari tahun 1976 s.d 1993
d. Ibu. Dra. Hj. Nani Retno Nurwardayaningsih dari tahun 1993 s.d 1999
e. Bapak H. Hafizudin dari tahun 1999 s.d 2000
f. Bapak Drs. H. Rusilah Boensya (sebagai Pjs) dari tahun 2000 s.d 2001
g. Bapak Drs. H. Muhammad Amin, MM dari tahun 2001 s.d 2007
h. Bapak Drs. Syahruddin dari tahun 2007 s.d sekarang
SMA NEGERI 1 BANJARBARU BERPACU DALAM PRESTASI
Dengan segala kekurangan dan kesederhanaan, kita ingin membesarkan nama sekolah ini dan menjadikannya terkondisi sesuai dengan dambaan keluarga besar SMA Negeri I Banjarbaru serta masyarakat Banjarbaru pada umumnya. Usia sekolah ini sudah cukup tua setua bangunan dan kumuhnya lingkungan sekolah ini. Dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka pihak Pemerintah Kota melalui dana APBD telah memberikan respon positif dengan mulai melakukan banyak rehabilitasi terhadap pembangunan fisik/ gedung sekolah dengan membangun secara bertahap dan menata gedung sekolah menjadi bertingkat dua. Rehabilitasi gedung sekolah yang menelan biaya tidak kurang dari 1 milyar rupiah ini, telah memberikan angina segar bagi seluruh warga sekolah untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dengan lebih nyaman dan aman sehingga lebih memotivasi kita semua untuk menapak prestasi yang lebih meningkat.